Jumat, 10 September 2010

    Dari Media
Selasa, 26 Januari 2010
PLN Siap Menghemat Subsidi Rp 35 Triliun

PT PLN (Persero) menargetkan program penghematan subsidi melalui pengalihan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) ke batu bara dan gas senilai Rp 35 triliun per tahun.
Direktur Utama PLN Dahlan Iskan dalam rapat dengan komisi VII DPR, kemarin, mengatakan program pengalihan BBM ke batu bara bisa menghemat Rp 20 trilun, sedangkan gas seniilai RP 15 triliun per tahun.
“Kami akan bangun 150 unit PLTU skala kecil berkapasitas 740 megawatt (MW) di luar Jawa seperti Sabang, Nias, Maluku Utara, dan Sorong guna mengatasi krisi listrik dalam dua tahun ke depan,” Kata Dahlan.
Direktur perencanaan dan teknologi PLN Nasri Sebayang menambahkan, PLTU skala kecil akan menggantikan PLTD yang boros memakai BBM atau dioperasikan hanya saat beban puncak.
Dahlan melanjutkan, guna mendukung program pembangunan PLTU kecil tersebut, pihaknya meminta kebijakan pasok batu bara ke dalam negeri (DMO) dengan besaran 30 persen. Kebijakan DMO tersebut lanjutnya, juga mesti disertai harga khusus. “Kalau memakai harga pasar, maka DMO tidak tercapai,” ucapnya.
Dahlan juga menyatakan akan mengalihkan pemakaian BBM ke gas di s ejumlah pembangkit yang seharusnya berbahan bakar gas tetapi masih memakai BBM. Saat ini PLTG yang seharusnya memakai gas, tetapi masih membakar minyak berjumlah 5.000 MW.
“Saya sebut pembangkit ini ‘salah makan’. Kalau pengalihan ini bisa dilakukan, ada penghematan Rp 15 triliun per tahun,”Jelas Dahlan.
Di sisi lain, anggota Komisi VII DPR Ismayatun meminta PLN memberikan audit teknologi pembangkit dari China.
Audit itu berguna sebagai patokan seperti apa teknologi pembangkit listrik yang dibangun China untuk pembangkit di dalam negeri. Dahlan sendiri menyanggupi akan memberikan audit tersebut sesuai dengan yang diminta Komisi VII.

Sumber : Media Indonesia