Selasa, 9 Februari 2010 PLN Janji Tambah Pasokan Listrik KRL
PT Perusahaan Listrik Negara (PI N) segera memperluas jaringan listrik kereta untuk mengantisipasi penambahan kereta wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Pembangunan jaringan itu diperkirakan selesai pada pertengahan tahun ini. "Kami siap. Kalau kereta api, untuk transportasi umum, akan menjadi prioritas kami," ungkap General Manager PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang (Disjaya) Purnomo Willy di Jakarta, akhir pekan lalu. Menurut Willy, pembangunan perluasan jaringan listrik itu setidaknya membutuhkan waktu beberapa bulan- tidak bisa langsung dipenuhi dalam waktu singkat. Butuh waktu dan memperhatikan panjang jaringan. "Di beberapa tempat perlu penambahan jaringan yang cukup panjang, terutama yang ke arah Serpong," ujarnya. Willy mengakui, pihak PT Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek (KCJ) su-, dah mengajukan permintaan perluasan jaringan tahun lalu. Namun, PLN tidak bisa langsung memenuhinya karena tidak tersedia dana untuk menyambung jaringan listrik itu. Di sisi lain, pihak kereta api tidak mau membiayai pembangunan jaringan itu. Karena itu, PLN Disjaya perlu meminta dana ke PLN pusat dan telah mendapat persetujuan. "Karena alokasi biaya untuk perluasan jaringan itu masuk tahun anggaran baru sehingga agak terlambat dicairkan. Sekarang dana sudah ada pada Januari lalu. Total biaya perluasan jaringan listrik untuk kereta api rel listrik (KRL) Jabodetabek itu mencapai lebih dari Rp 10 miliar," kata Purnomo. Minimnya pasokan listrik dari pembangkit membuat PLN juga terkendala memenuhi tambahan kapasitas listrik. Hingga kini, PLN hanya mampu memasok listrik untuk aliran atas yang dayanya pun sering furun-naik. Sementara jaringan KRL Jabodetabek butuh banyak konsumsi listrik untuk mengerjakan tambahan fasilitas sarana dan modifikasi ke-ret " menjadi AC.
Sumber : Rakyat Merdeka
|
|